Monday, October 5, 2009

Password Hotmail Menyebar di Internet

SEATTLE - Microsoft mengatakan bahwa password akun hotmail milik beberapa pengguna telah disebar secara sengaja oleh kriminal cyber.
Seperti diberitakan Reuters, Selasa (6/10/2009), layanan email milik Microsoft itu berhasil dibobol oleh scammer dan secara sengaja dipublikasikan di sebuah situs internet. Namun begitu, Microsoft mengaku telah 'mematikan' situs tersebut.

"Kami prediski layanan Windows Live Hotmail milik beberapa pengguna sangat rentan dibobol. Kemungkinan orang yang melakukan hal ini ingin mengambil data-data secara ilegal untuk kepentingan phising," ujar juru bicara Microsoft.

Sayangnya, Microsoft sendiri tidak mengetahui berapa akun yang berhasil dibobol. Namun beberapa analis memprediksi, terdapat lebih dari 10.000 akun yang berhasil dibobol secara ilegal.

Phising sendiri merupakan aksi kriminal dalam dunia cyber yang menggunakan data ilegal untuk mendapatkan keuntungan pribadi.

"Kami telah melakukan langkah pemblokiran terhadap situs yang menampilkan password-password tersebut. Bahkan kami telah memberikan kesempatan kepada pada pelanggan Hotmail kami yang ingin me-reclaim akun hotmail mereka," papar juru bicara Microsoft

Thursday, October 1, 2009

Hacker Sebarkan Virus Lewat "Tsunami"

WASHINGTON - Lagi-lagi para pelaku kejahatan cyber memanfaatkan peristiwa besar sebagai ajang besar-besaran dalam menyebarkan virus jahat. Maraknya pemberitaan tsunami di Lautan Pasifik serta gempa yang terjadi di Sumatera Barat, Rabu (30/9/2009), digunakan hacker untuk menyasar korban kejahatan mereka.

Beberapa ahli keamanan komputer dan internet saat ini telah memperingatkan para peselancar dunia maya agar berhati-hati dalam membuka link-link berita terkait laporan tsunami yang menimpa Samoa dan Tonga serta gempa di Padang, Sumatera Barat.

Para pelaku kriminal sangat lihai memanfaatkan situasi dengan mendompleng penyebaran informasi terkait peristiwa-peristiwa besar seperti fenomena tsunami dan gempa saat ini.

Web User, Jumat (2/10/2009) melansir, para hacker menyebarkan apa yang dinamakan scareware atau Fake AV, melalui link-link terkait berita tersebut dan mengeksploitasi minat publik yang gencar mengaksesnya.

Umumnya pelaku kriminal membangun sebuah halaman web palsu yang sepintas terlihat seperti memuat konten berita dan informasi seputar bencana tersebut. Mereka menggunakan teknik yang dikenal dengan search engine optimisation (SEO) untuk to push the pages higher up search result lists.

"SEO yang 'teracuni' ini lantas menyerang sebagian besar topik-topik utama di mana yang terbaru saat ini adalah tsunami dan gempa di Samoa dan Sumatera Barat," ujar juru bicara dari firma keamanan internet F-Secure dalam statementnya.

Siapa pun yang mengklik link ini kemudian akan secara otomatis diarahkan untuk mengakses situs yang menginformasikan bahwa komputer yang Anda pakai terkena infeksi virus dan meminta Anda untuk menginstal sebuah program untuk menghilangkannya.

Padahal, sejatinya program tersebut merupakan link virus yang pada akhirnya akan menyerang komputer si pengguna.



Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More